Suara Anak Negeri Berantas Korupsi

Senin, 18 Agustus 2014

Suara Anak Negeri Berantas Korupsi


Putuskan Generasi Korupsi Sambung Generasi Siap Kompetisi !



              Satu decade setelah reformasi 1998, tema- tema transparasi, serta partisipasi mengisi ruang atau kolom erbagai media massa. Kata yang akrab bagi media massa dan public, sebagai padanan transparasi adalah keterbukaan. Keterbukaan sendiri telah jamak dan banyak diketahui oleh berbagai kalangan. Pendidikan keterbukaan sendiri dapat dimulai dari berbagai elemen.
            Awal dari tindakan korupsi adalah ketidakjujuran dan ketidakterbukaan. Kejujuran dimulai dari sikap saling terbuka dan tenggang rasa. Sikap demikian terbentuk melalui pendidikan,baik pendidikan secara formal disekolah, maupun pendidikan informal, serta pendidikan yang dicerminkan dari lingkungan hidup.
                Kita lihat disekeliling kita, begitu banyak tindakan kecil yang mendorong kita untuk berbuat tidak jujur. Bukanlah menjadi manusia yang naïf, semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Namun lubang yang dianggap kecil tersebut apabila dibiarkan dan dibiasakan terus menerus akan mengakibatkan ketidakharmonisan antara jiwa dan ruh.
                Dalam pelajaran Pendididikan Agama Islam yang kita terima disekolah, mengajarkan kita tentang pentingnya sikap jujur. Hal yang serupa juga telah kita terima dari pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang mengajarkan kita tentang transparasi dalam bertindak, baik dalam sebuah organisasi atau pemerintahan besar.

                Berani jujur itu hebat, sobat. Ya…, sikap jujur paling manjur dalam melakukan segala tindakan. Lebih banyak manfaat yang kita dapat, karena dengan kejujuran hati menjadi lebih tenang. Tidak ada kata terlambat dalam membenahi diri. Stop Korupsi, jujur itu pasti.